Berkunjung Ke Wisata Simpang Lima Gumul

Simpang Lima Gumul – Monumen simpang lima gumul atau bisa disingkat SGL atau orang Kediri juga biasa menyebutnya Ka’bah Kediri merupakan salah satu bangunan yang menjadi ikon kabupaten Kediri yang bentuknya mirip dengan Arc de Triomphe yang berada di kota paris Negara Perancis menurut www.bmecareeralliance.org .

Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini terletak di desa tugurejo, kecamatan ngasem, kabupaten Kediri, provinsi jawa timur, Indonesia. Tepatnya monumen ini berada di pusat pertemuan atau persimpangan dari lima jalan yaitu, jalan menuju ke gampangrejo, pagu, pare, pesantren, dan juga plosoklaten, Kediri

Simpang Lima Gumul

Jika Arc de Triomphe dibangun dengan tujuan untuk menghormati para pejuang revolusi yang rela bertempur dan mati bagi Negara Perancis dalam Revolusi Perancis dan perang Napoleon, namun Simpang Lima Gumul (SLG) belum memiliki kejelasan mengapa dan dengan tujuan untuk menghormati siapa Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini dibangun.

Selain sebagai ikon dari kota Kediri, saat ini Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) juga menjadi sentra atau pusat ekonomi dan perdagangan baru (Central Business District) di kota Kediri.

Awal dibangunnya monument ini pada tahun 2003. Penggagasnya adalah bupati Kediri saat itu yang bernama Sutrisno. Menurut beberapa warga, ada yang bilang bahwa monument ini dibangun karna terinspirasi dari Jongko Jojoboyo yang merupakan RajaKediri pada abad ke XII yang pada saat itu ingin menyatukan lima wilayah yang ada di kota Kediri.

Secara fisik, Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) memiliki luas bangunan sebesar 37 hektar secara keseluruhan. Luas monument ini 804 meter persegi dan tinggi mencapai 25 meter. Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) memiliki 6 lantai, ditumpu oleh 3 tangga yang masing-masing tingginya 3 m dari lantai dasar.

Angka-angka luas dan ketinggian Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) tersebut mencerminkan tanggal, bilan dan tahun hari jadi kota Kediri yakni, pada tanggal 25 bulan maret tahun 804 masehi. Dikabarkan pembangunan Monumen Simpang Lima Gumul (SGL) ini telah menghabiskan biaya hingga lebih dari Rp 300 Milyar.

Pada sisi-sisi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) terpahat relie-relief. Pahatan relief-relief ini menggambarkan tentang sejarah dari kota Kediri hinggs kesenian dan kebudayaan kota Kediri saat ini. Di dalam Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) terdapat ruang-ruang yang digunakan untuk pertemuan di gedung utama. Ada juga ruang auditorium di lantai atas yang memiliki atap seperti kubah atau dome. Tidak hanya itu, Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) juga memiliki ruang bawah tanah atau basement sama saperti Arc de triomphe yang digunakan sebagai akses masuk menuju ke dalam Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) tidak prnah sepi pengunjung baik di pagi hari, siang hari maupun pada malam hari sekaligus. Disekitar monument ini terdapat banyak pedagang kaki lima yang berjejer-jejer di area pasar tugu yang semakin membuat Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini begitu ramai pada malam hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *